cerita,  kultur/budaya

Belajar Bahasa Prancis

Bahasa Prancis, adalah salah satu bahasa Eropa yang banyak dipakai dan dipelajari oleh sejuta umat. Termasuk oleh negara-negara yang berbahasa Inggris.

Ini adalah sebuah sharing pengalaman saya selama berbahasa Prancis

Perkenalan pertama dengan Bahasa Prancis

Saya pertama kali mengenal bahasa Prancis di sebuah kelas milik Centre Culturel Français (CCF atau sekarang namanya IFI)  sebuah  tempat les bahasa Perancis populer.

Metode pengajaran yang fun dan membukakan mata…..TERNYATA BANYAK BANGET YAH, TUJUAN WISATA CANTIK DI PERANCIS pupil mata membesar

Di kelas itu kita diperdengarkan lagu, diputarkan film. Bahasa awal-awal yang diperkenalkan standar….percakapan dasar banget, ngenalin diri, sapa-sapaan. Untuk abjad penulisan ada tambahan di luar huruf latin umum seperti :

é, è, ç,ë, ò, ô, ö, ù, à 

Namanya belajar bahasa tingkat dasar pasti awalnya gampang dan dibuat sangat menarik. Tantangan yang selanjutnya baru “dibuka” adalah…voila!

Ternyata kata benda dalam bahasa Perancis itu pun romantis, saudara-saudara sekalian….karena ADA GENDER COWOK DAN CEWEK-nya.

Contoh :  kata benda mobil. Kita harus TAHU mobil itu kata benda cowok atau cewek.  Pengaruhnya ada pada kata pengiringnya macam LA atau LE, DES, DE, UN, UNE juga kata akhir (plus E). Juga kata posesif.

Nggak cukup, kata sifat juga membebek harus dijadikan cowok atau cewek juga. Belum nambah huruf S, ES, untuk plural. Harus tahu si benda ini  jomblo sendiri atau rame-rame.

Contoh :

Masculine singular (cowok, tunggal): bon
Feminine singular (cewek, tunggal) : bonne
Masculine plural (cowok, jamak) : bons
Feminine plural (cewek, jamak) : bonnes

Welcome to the world of language with grammatical gender.

Kalau mencontek Shakespeare, dalam bahasa Prancis :  feminine or masculine, that is the question!

C’est mignon, sih, sebetulnya….cute…imut…pikir saya. Bayangin, ternyata ada dunia dimana segala benda yang saya pakai itu ternyata cowok dan cewek.

Kalau dalam bahasa Inggris, kesulitan termomok mungkin hanya soal tenses waktu. Ternyata ini belum apa-apanya bahasa Prancis dengan”tenses” PLUS “moods. Tahan nafasmu karena saat itu adalah awal jumpa kamu dengan…

L’ART DE CONJUGUER

Cantik , ya, namanya? Kalau bahasa Indonesianya artinya kurang lebih : SENI KONYUGASI….Konyugasi apaaan, teh? Konyugasi kata adalah perubahan kata karena dikombinasi dengan yang diatas tadi.

Contoh:  kata kerja  PARLER (=bicara),  yang akan berubah bila dikonyugasi dengan…

*ket : je=saya, tu=kamu, il =dia(cowo), nous = kami, vous = anda, ils = mereka

Itu baru kondisi waktu sekarang, ya, untuk tiap subyek…Nah, kondisi yang lainnya….

Inget..itu baru SATU KATA KERJA, lho…kebayang nggak ada berapa kata pada sebuah bahasa? Dan itu perlu dikonyugasikan dengan baik dan benar semua. Jadi…..

…………………

Konyugasi dalam bahasa Perancis saking cantik dan banyaknya formula,  punya buku kumpulannya sendiri kayak kamus kecil..bentuknya merah manis, yang wajib dibawa-bawa seperti buku kumpulan surat cinta. Dulu yang saya punya,  Bescherelle.

Buku sakti Bescherelle (sumber : amazon.com)

Sekarang, mari kita peluk bahasa INDONESIA  erat-erat sambil bilang.. je t’aaaaaaaime…….kemudian muach muach ke bahasa INGGRIS..Inglish…I lope you puulllll ..

Hahaha…..

Tentu saja semua pelajaran bahasa Perancis diatas  nggak dipelajari dalam semalam…Per-level lah.

Yang saya salut dari CCF atau IFI (dan pusat-pusat budaya pada umumnya) mereka tidak setengah-setengah dalam mempromosikan Perancis kepada para murid. Ada kegiatan budaya rutin serta artis-artis sono yang di ekspor untuk pertunjukan kesini.  Médiathèque yang lumayan lengkap,  festival film Perancis, sampai ke bantuan bagi mereka yang akan sekolah disana.

Jadi semua pembelajaran bahasa Perancis ini dirasa  fun…dan memorable..

Itu saya alami ketika mengikuti kelas Bahasa Prancis reguler, ya. Artinya belajar tanpa tenggat waktu tertentu.

Akan berbeda lagi bila….

 

Belajar Bahasa Prancis Untuk Persiapan Studi di Prancis

 

Ketika masuk kelas yang targetnya untuk sekolah di sana. Nah, harus siap mental….karena materi padat panjang merayap dan targetnya adalah ujian untuk DELF (Diplôme d’Etudes en Langue Française), kalau bisa malah sampai DALF (Diplôme Approfondi de Langue Française). Syarat minimal DELF B2.

Ini tahapan yang harus dilalui dalam belajar bahasa Prancis

(sumber : interactivefrench.hk)

Persyaratan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa/i yang akan belajar disana, yang beasiswa maupun non beasiswa. Khusus untuk yang beasiswa, itu adalah satu syarat mutlak kelulusan dalam menerima beasiswa dari pemerintah Perancis.

Beda dengan kelas sebelumnya, ada tuntutan dan target yang harus dipenuhi. Jadi tekanan dalam kelas jelas ada, apalagi bagi mereka yang sudah tidak muda lagi, dan sebelumnya sama sekali tidak mengenal bahasa ini.

Para professeur baik yang lokal maupun native juga serius menggojlok. Mereka yang jabatan sudah tinggi, saat duduk di kelas kembali berasa jadi anak SD lagi, belajar cara baca A I U E O ,  diomelin  – kalau salah, telat, atau ga bikin PR.  Harus siap mental. Kalau sampai dibawa ke hati akhirnya jadi kontraproduktif.

Disini saya meliat bagaimana seleksi alam berlaku. Anak muda dengan segala masa depan gemilang, modal yang dipunya, masih canggih, masih kinclong, jago menghafal, tanpa aral lulus DELF dan DALF tiba-tiba batal berangkat karena ada faktor X.

Sementara bapak-bapak paruh baya yang setengah mati ngos-ngosan mengikuti pelajaran kelas, sampai semua pihak sudah pasrah bila beliau tereliminasi dan menggeret kopor pulang ke daerah (seperti di American Next Top Model ituu)….eh..pada akhirnya malah tembus syarat mepet sampai terakhir. Dan berangkat sekolah disana. Dan lulus.  Menarik, bukan?

 

Praktek lapangan langsung di Prancis

 

Walaupun sudah berasa canggih lulus DELF dan DALF. Lebih baik jangan jumawa dulu. Semua ada apa-apanya……sampai kita…diterjunkan langsung ke medan perang. *KICK* ke…….. negeri Perancis sendiri … GEDEBUK !#tersungkur ditanah Joan of Arc

Yang namanya praktek bahasa asing di Indonesia, apalagi dengan kondisi kemanjaan sekitar…itu hanya sekitar 25% lah dari target fasih.

Saya saat awal-awal datang ke Paris, Perancis,  pernah diajak ngobrol ngalor ngidul dengan kawan Indonesia dan anak-anak muda asli Perancis di cafe.

Yes. Ini KESEMPATAN EMAS buat mempertunjukkan kecanggihan belajar bahasa Perancis selama di Indonesia!!  Saya pun memasang kuping seperti kelinci…….

“pgfsgtysllalgscvvdvajsjjkahdhakdahhajshjaj..”

(kira-kira kedengarannya seperti ini di telinga saya)

“sgdfgshrpkjfgsfsfshagaksakdhadakdkahad”

Ekspresi (sumber : giphy.com)

Lidah Perancis mereka menari-nari dengan kecepatan tinggi seperti enggak ada remnya!

Dan tanpa mempedulikan ada makhluk di samping yang mendadak kaku beku, anak-anak muda Prancis itu asyik ngoceh antar satu sama lain sementara saya hanya bisa memandang ke kiri-ke kanan-ke kiri-kekanan. Dan…

“….et toi, qu’est-ce que t’en penses?”

Menurut lo gimana…

NAH…SAMPAI HALAMAN BERAPA PEMBICARAAN KALIAN YANG TADI GUE SIMAK, YA? *panik-ketinggalan chapter*

{{Akhirnya senyum kuda tanpa kata adalah senjata terampuh untuk menyatakan keramahan diplomasi antar bangsa dan negara}}

Memalukan memang situasi kayak gini. Apalagi pas banyak yang ganteng, saham langsung anjlok…..

Padahal semua orang Perancis umumnya seperti itu kalau ngobrol.

Gampang saja saya ngomong,

Je ne comprends pas.”

Gue gak ngerti. 

Cuma kalau pas ketemu begitu terus nelangsa amat, ya. Pelanggan jadi penabuh gong di pojokan.

Menyaksikan orang Prancis ngomong, rasanya suka jadi drama sendiri di pikiran ini.

“Répète-s’il-te-plaît……!”  Yang barusan tadi diulang lagi kamu ngomongnya, dong, toloooong. Tuolooong…

Ups. Permintaan yang salah.

Harusnya :

“Peux-tu parler plus lentement. S’il te plaît ….”Mbokyo alon alon wae le ngomong.thoo…

Apalagi kebiasaan disana selain ngobrol dan berpendapat adalah….p-r-e-s-e-n-t-a-s-i.  Yang ini di depan pemirsa tentunya. Karena orang Barat sudah dibiasakan dari SD untuk speak up their mind, buat mereka, rasanya cing cay- lah. Sementara kebanyakan dari kita, orang Asia, masih doyan saling melemparkan mike ke sesama teman,  saat disuruh maju.

Andai ada kamus imajiner yang bisa dibuka kapan suka.

Padahal nggak perlu panik juga bila kita di awal-awal ngalamin begitu. Sebetulnya dalam belajar bahasa yang dibutuhkan itu hanya satu….

WAKTU.

Waktu pembiasaan bagi seluruh panca indera tubuh.  Terutama dari kuping nyambung ke otak kanan.

 

Tantangan menguasai Bahasa Prancis dan tips-tipsnya

 

Selama ada di sana jangan ngedon seharian di apartemen atau malah jalan-jalan terus. Beneran rugi. Kita bisa memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar lebih lanjut bahasanya.

Dengan asumsi bahwa sebelumnya kita sudah punya basic lulus belajar bahasa Prancis level DELF.

 

Tips mahir berbahasa di Prancis untuk keseharian (level awal) :

 

1. Banyak SKSD (sok kenal sok dekat) dengan orang-orang setempat.

Ajak ngobrol tentang apa saja. Terutama orang-orang yang berusia lanjut, kalau anak muda biasanya kan sibuk, ya. Kalau tetangga seapartemenmu banyak manula, itu juga kesempatan. Kita bisa ajak ngobrol mereka yang umumnya orang-orang tua kesepian dan senang bicara.

Cuma hati-hati. Selalu ada modus kakek-kakek yang sengaja mencari pasangan (biasanya cewek Asia) dengan tujuan untuk bisa merawat mereka di masa tua.

2. Jadi baby sitter untuk anak berbahasa Prancis

Cara ini selain bikin kita terbiasa berbahasa Prancis juga bisa….dapet duit (kalau nggak gratisan).  Menghadapi anak kecil bakal menempatkan kita dalam kondisi kepepet dan menggunakan segala daya dalam memahami serta menyampaikan. Apalagi berurusan dengan bocah. Kesulitannya langsung level tinggi.

3. Kurangi interaksi dengan sesama orang Indonesia

Acara budaya yang diadakan untuk pengenalan Indonesia kepada masyarakat Perancis memang bagus. Tapi karena interaksi dan ketemunya lebih banyak dengan orang Indonesia lagi, tidak terlalu rekomen bagi yang butuh cepat belajar.

4. Jadi relawan di acara-acara  yang diselenggarakan pemerintah setempat.

Bagi yang punya waktu. Nilai plusnya kamu bisa berinteraksi dan merasa diterima oleh penduduk di sekitar. Jenisnya apa bisa pilih yang kamu minat. Kalau saya dulu kebetulan suka kegiatan-kegiatan olahraga, pernah ikut bantu-bantu acara ada pertandingan lari.

5. Sering nonton TV berbahasa Prancis

Disana jangan cari chanel bahasa Inggris, biasakan dengarkan berita, walaupun hanya ramalan cuaca atau sinetron lokal.

=====

Jujur, ada kalanya, kita mahasiswa, tidak menganggap bahasa Prancis itu romantis. Terutama saat harus bikin thesis (memoire).  Teman doktorat yang tiga tahun berkutat dengan thesis yang tak habis-habis mengalami kekeritingan maksimal di bahasanya. Pelajar lain sampai bertahun-tahun hanya berkutat bahasa di Prancis di sekolah sana, tanpa masuk ke jenjang studi lanjutan.

 

Tips untuk mahir bahasa Prancis untuk level yang lebih lanjut :

 

1. Banyak membaca buku teks bahasa Prancis

Ini harus dan kudu, karena kalau kebiasaan bergantung pada buku teks bahasa Inggris yang ada disana kamu jagonya bahasa Inggris. Tentu saja buku teksnya jangan level anak SD sana, ya. Tapi level lanjut seperti novel atau buku pelajaran dari bidang studi atau profesi kita.

2. Sering beli hebdomadaire atau koran lokal setempat

Kalau dulu saya diwajibkan untuk baca koran sana sama professeur, lalu menceritakannya di depan kelas. Walau awalnya menakutkan, saya akui itu salah satu cara mem-boost level pemahaman bahasa Prancis saya yang hidup segan mati tak mau.

3. Paksakan diri rutin menulis dalam bahasa Prancis

Ini akan terjadi secara otomatis bila kamu belajar di universitas, ya. Tapi di luar jam pelajaran itu sebetulnya bisa, kok kamu mempraktekkannya dalam keseharian.

4. Terlibat diskusi intelektual dengan orang Prancis

Orang Prancis itu suka ngobrolin berbagai hal yang bukan receh seperti politik, dsb. Jangan dihindari kayak di Indonesia, ya.  Karena biasanya sih apapun pendapatmu mereka itu nggak baperan, kok. Itu sudah jadi budaya kebebasan berpendapat mereka dari jaman baheula macam Revolusi Prancis (artinya sudah ratusan tahun). Justru kesempatan kita menambah kosa kata dan cari-cari informasi supaya nggak kelihatan plogo saat ngobrol

 

Moral of the story…

 

Tempat terbaik untuk belajar bahasa tidak lain tidak bukan adalah…..daerah asal bahasa itu sendiri. Disana seluruh daya upaya kita dikeluarkan maksimal untuk survive…gimana cara makan, gimana cara belanja, dan diatas semua gimana cara menyelesaikan semua masalah. Proses bahasa tidak berhenti di suatu step “menerjemahkan dulu di otak”, tapi terbiasa untuk langsung mengalir…karena sudah memiliki bentuk dalam keseharian…

Yang paling penting apa yang bisa dipelajari dari sana…dari budayanya dan dari metodologi serta kerangka berpikir mereka sebagai sebuah bangsa.

===

Bagaimana pengalamanmu belajar bahasa?

Gambar fitur : needpix.com

6 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: