review

Ensemble, C’est Tout

Siapa yang pernah nonton film Amélie? Film komedi Prancis yang dirilis tahun 2001 itu melambungkan nama seorang Audrey Tatou.

Sebetulnya aktris Prancis yang mungil ini sering berperan di film-film komedi romantis yang menarik, loh. Salah satunya Ensemble C’est Tout (=Bersama-sama sudah cukup).  Beredar juga dengan judul lain dalam bahasa Inggris yaitu Hunting and Gathering.

Sinopsis film

Mengisahkan tentang tiga anak muda yang menjalani kehidupan di Paris yaitu Camille (Audrey Tatou) seorang gadis pekerja di perusahaan bersih-bersih bernama Touclean,  Phillbert (Laurent Stocker), penjual postcard di museum, dan teman seapartemennya Franck (Gillaume Canet), yang bekerja sebagai koki di sebuah restoran besar.

Mereka semua tinggal di sebuah apartemen tanpa saling kenal.

Camille tinggal di bagian atap yang sempit. Sementara Phillbert dan Franck tinggal di bagian lebih besar dan luas karena merupakan warisan nenek Phillbert.

Ensemble-c-est-tout-1

Franck dan Phillbert dua sahabat

Suatu saat Camille dan Phillbert saling menyapa, berkenalan, dan saling berkunjung. Bibit persahabatan pun timbul.   Camille, yang punya penyakit anorexic, tiba-tiba jatuh sakit karena flu. Khawatir karena gadis itu tinggal sendirian, Phillbert mengambil inisiatif merawat dan menampung Camille di apartemennya.

Franck, yang berkepribadian lebih kasar, kurang menyukai kejadian itu. Franck sendiri sudah cukup repot dengan load pekerjaan dan  harus mengurus neneknya, Paulette, yang dirawat di rumah sakit seminggu sekali. Apalagi Franck jadi tidak bebas membawa wanita ke kamarnya dan mabuk-mabukan.

Karena saling tidak nyaman, Camille dan Franck sempat melalui pertengkaran hebat. Franck yang awalnya ingin mengusir Camille, mengurungkan niat karena tidak mau menyakiti hati Phillbert. Dia melihat perubahan positif  sahabatnya itu setelah Camille ada. Akhirnya mereka berdua yang awalnya seperti anjing dan kucing, berdamai.

Phillbert atas dorongan Camille mulai menekuni theater untuk menyalurkan minat dan sekaligus ingin menghilangkan penyakit gagap. Disana ia jatuh cinta pada seorang artis cantik, pengunjung museumnya.

huntingandgatheringpic

Franck, Paulette, dan Camille

Sementara itu Franck dan Camille semakin saling mengenal.  Bahkan Camille menawarkan diri membantu Franck merawat Paulette di apartemen Phillbert.  Franck pelan-pelan mulai jatuh hati pada Camille.

Namun ia terpaksa menelan kecewa karena ternyata gadis itu tidak menginginkan hubungan serius. Franck pun mulai menjauh. Bagaimana akhir hubungan mereka?

Review Film

Film ini sangat romantis,  diadaptasi dari novel laris berjudul serupa (Hunting and Gathering dalam bahasa Inggris) karya Anna Gavalda. Ditulis ulang, diproduseri dan disutradarai oleh Claude Berri (kini almarhum).

Awalnya kita seperti menebak-nebak, antara Phillbert dan Franck, manakah yang akan jadi pasangan Camille?

Para aktor membawakan peran-perannya dengan sangat menarik. Terutama Laurent Stocker yang mampu menampilkan seorang pria kaku, gagap, namun sekaligus gentleman.  Guillaume Canet tampil sebagai tokoh yang menyebalkan di awal lalu perlahan-lahan mulai menuai simpati. Sementara Audrey Tatou tetap membawakan gayanya yang khas sebagai Camille.

Sebagai seseseorang yang pernah merasakan tinggal di apartemen di dalam kota Paris, saya banyak merasakan de ja vu melihat kehidupan Camille. Semua yang ditampilkan di film ini adalah realita kehidupan sehari-hari di Paris, dimana jarang sekali sesama tetangga di satu apartemen ingat atau saling mengenal.  Respon Franck atas masuknya Camille dalam kehidupan di apartemen mereka juga khas reaksi beberapa Parisian yang saya temui, cenderung menarik diri, tidak mau ikut campur urusan orang. Tingkat individualitas disana memang begitu tinggi.  Paling baru tegur-teguran kalau ada komplain hahaha. Tentu masih jelas di ingatan saat terjadinya badai panas di Prancis bertahun-tahun lalu yang menewaskan banyak orang tua yang sendirian di dalam apartemennya.

Kamu akan bisa membayangkan kesepian yang dialami Camille, dimana semua orang di sekitarnya asing dan jarang menyapa sekedar bertanya kabar. Bahkan mungkin tidak ada yang tahu siapa namanya. Semua masalah tidak ada habisnya. Namun semua masalah bisa dihapus dengan kepedulian, saling tolong, dan kebersamaan.  Sesuatu yang mungkin hilang dalam kesibukan warga kota metropolitan sekelas Paris. Dan berbagai kota besar lain di dunia.

Itu pesan dari film ini…ensemble, c’est tout. Cukup bersama-sama saja. Tidak kurang tidak lebih.

2 Comments

  • adnabilah

    C’est le film préféré de mon copain ! Aku sendiri belum pernah nonton sampai tamat, entah kenapa haha. Mungkin karena dulu pas pertama kali nonton belum tertarik sama budaya Prancis. Akan nonton lagi dalam waktu depat now that I can recognize a few words!

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: