cerita

Tentang Feminitas Cewek Prancis

Sudah beberapa waktu saya banyakan menulis tentang nostalgila dengan kawan-kawan di Prancis. Karena khusus, banyakan tentang kawan cowok. Kalau sudah bosen dirasa cukup, saya akan cerita tentang kawan cewek Prancis. Suka-suka saya saja hahaha.

Ini sebagai pemanasan…

Nah, selama tinggal di Prancis, saya pernah mendapat banyak pelajaran tentang feminitas cewek disana yang sangat unik. Terutama Parisian, ya.

Kawan-kawan cewek Prancis saat awal-awal kenal itu kesannya selalu distant. Saat sudah lamaa kenal, baru membuka diri pelan-pelan. Mereka secara natural, sudah dari sononya, penampilan tertata. Bisa berkelas tanpa harus berusaha keras, mungkin karena sudah terbiasa, kan kiri kanan berselera seni dan banyak barang bagus (!). Cara berpikir mereka juga sangat sistematis. Sopan santun terjaga. Dan badan mereka….duuh…banyak yang kecil-kecil amat ya….

Kalau seorang cewek dari negara lain disandingkan, kelihatan jelas, kok, mana yang orang Prancis asli dan mana yang bukan. Terutama dari gesture tubuh dan ucapan. Gesture mereka itu apa ya…elegan.

Tapi hati-hati dengan ucapan mereka bila kamu macam-macam, kawan-kawan saya rata-rata amat spontan (cenderung sadis haha) kalau beropini suka atau nggak suka. Tanpa basa-basi busuk.

Bahkan saat berantem antar sesamanya nggak malu-malu bilang

“Gue nggak suka sama lo”.

Lalu saling tatap-tatapan.

Etapi jangan harap bisa nonton gelut, kayak disini, ya. Saya tahu harapan penonton hahaha. Yang namanya masalah perilaku, kawan cewek Prancis rata-rata bisa menahan diri dengan baik sekali. Nggak kayak cewek dari beberapa negara western yang saya tahu.

Tentu saja ada banyak pengecualian, Saya punya kawan cewek, rambutnya blonde ikal, matanya biru laut. Cocoklah jadi model lukisan-lukisan atau fotografi. Dia walaupun kelahiran Prancis asli, orangnya sweet banget. Nggak pernah terlalu nyeplos spontan atau suka ngeluh (oh, yes banyak orang Prancis yang saya tahu doyan ngeluh hahaha). Tapi darah petualangannya, jangan tanya. Dia sudah keliling dunia dan bekerja di berbagai negara dari Afrika hingga Timur Jauh. Terakhir saya berkomunikasi dengannya dia sedang menclok di negeri Cina.

Banyak cewek Prancis itu jiwanya petualang sejati. Salah seorang kenalan cewek di Prancis, nekad jadi backpacker ke Indonesia. Bahkan sampai dia mau jadi bule gelandangan di sebuah kota budaya. Hidup bersama orang-orang nyentrik Indonesia.

Mereka punya rasa proud tinggi terhadap budayanya. Kalau nggak nyadar, hal itu membuat pergaulan di negeri asing sedikit sulit. Mereka maunya pakai cara yang mereka anggap benar. Nggak mau sedikit saja membuka diri dengan cara yang lain atau berlevel lebih rendah.

Kawan-kawan cewek Prancis dengan budayanya dan feminitas mereka menginginkan banyak hal seperti persamaan di jaman modern ini. Tapi terkadang itu membuat posisi mereka cukup sulit. Apalagi yang saya ingat, di Paris itu cowoknya cenderung susah sekali berkomitmen lebih lanjut (pernikahan). Buat apa, kalau dengan concubinage (hidup bersama) saja sudah mendapatkan apa yang dimau? Bahkan hukumnya saja ada yang spesial untuk itu.

Bukan berarti kawan-kawan cewek saya nggak mau menikah, ya. Yang masih muda sih emoh. Tapi seiring usia, mereka senang bila ada cowok serius. Sayang, tingkat perceraian juga tinggi.

Beberapa kasus kawan saya disana, bercerai karena perselingkuhan dari pihak cowoknya. Makanya saya bilang hidup mereka walaupun bebas, tapi tidak mudah juga. Terutama bagi yang berharap untuk memiliki keturunan. Bukan hanya bersaing dengan sesama cewek, bahkan dengan cowok juga. Maklum disana banyak banget cowok suka sama cowok. Hahaha. Sudah begitu, kalaupun dapat cowok, belum tentu juga ybs mau punya anak.

Saya ingat sebuah obrolan dengan grup cowok-cowok Prancis yang anti punya anak di kediaman kawan.

“Buat apa punya anak, makhluk paling egois sedunia. Lalu ujung-ujung akan pergi juga.” kata salah seorang dari mereka. Yakin.

Ehm. Mungkin dia tengah berbicara tentang  kehidupannya sendiri.

Kalau berpikir untung-rugi, ya memang wajar, sih. Apalagi di Barat nggak menganut budaya pentingnya merawat orang tua sendiri seperti di Timur.

Hanya manusia berubah. Kita itu sifatnya sangat dinamis dan nggak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Sebagai info, banyak juga kawan saya disana yang dahulu berseru-seru tidak mau punya anak akhirnya digelendotin anak.  Menurut saya  semua terserah ybs, tinggal bagaimana mengolah agar itu tidak terdengar menjadi ofensif bagi orang lain. Terutama menyangkut hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.

Saya ingat pernah menepuk-nepuk perut salah seorang kawan sekelas saya yang tengah hamil besar, dengan rasa ingin tahu. Sambil mendengarkan cerita bagaimana dia dan pacarnya saat itu sedang gembira menantikan bayi laki-laki. Keluarga mereka berdua senang betul, karena di keluarga mereka kebanyakan keturunan yang lahir perempuan semua. Setelah lahir, dia dan pacarnya akan pindah ke kota yang lebih sepi untuk membesarkan anak. Saya nggak bisa membayangkan kasus semacam ini terjadi di Indonesia. Udah rame duluan kali.

Kalau sudah suka sama cowok, jangan tanya, cewek Prancis bisa menggoda dengan caranya sendiri, yang anehnya nggak terkesan murahan.

Saya punya beberapa kawan cewek Prancis yang jadi single parent disana saya salut dengan perjuangan mereka. Membesarkan anak sendirian dalam kondisi nggak ada inem, itu bukan hal gampang. Tapi anak-anak mereka rata-rata sopan-sopan. Nggak ada yang kurang ajar atau manja. Terbukti cewek Prancis parentingnya hebat terutama menyangkut mannerism.

Itulah sedikit kenangan saya tentang cewek Prancis yang pernah dikenal. Feminin, intelek, tertata, no basa-basi, mandiri sekali dan kuat menghadapi berbagai tantangan hidup di jaman modern.

Saya banyak belajar dari mereka disana tentang ehm…terutama bagaimana jadi ladylike serta selera fesyen yang effortless. Itu beneran susah banget. Hahaha…kalau cuma nyontoh julid-julid sarkas sih gampang…

Enaknya kalau dengan kawan cewek, saya lebih nyaman ngobrolnya. Termasuk kirim-kirim kabar atau foto (orang Eropa nggak semua doyan umbar foto keluarga di Instagram). Kapan-kapan saya cerita juga tentang mereka orang perorang.

Bagaimana menurutmu tentang cewek Prancis?

Gambar : pxhere.com

0 Comments

Leave a Reply

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: